LAKMUD 1.0 PKPT IPNU IPPNU Universitas Negeri Malang, Bertaburan Pemateri TOP Berkualitas

Satu hari jelang Latihan Kader Muda (Lakmud) Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Negeri Malang, panitia Lakmud 1.0 memastikan semua pemateri dapat hadir dalam acara tersebut..

“Beberapa hari yang lalu, kita sudah audiensi dengan beliau-beliau yang siap hadir dan menyampaikan materi sesuai tema yang kami berikan pada acara kali ini,” kata Rintang Utami, selaku Ketua IPPNU Universitas Negeri Malang, Minggu (25/1).

Acara yang digelar di MWC Blimbing Kota Malang, ini berlangsung selama tiga hari, dari Jumat-Minggu (24-26/1). Adapun peserta lakmud adalah mayoritas alumni MAKESTA V yang notabene pengurus dan anggota PKPT IPNU IPPNU Kampus Pendidikan “Khittah wa Khidmah”.  Lakmud juga digelar mendekati peringatan harlah PKPT UM yang ke 4 tahun.

Dok: Foto Panitia bersama Peserta

Pada kesempatan lakmud 1.0 ini Rekanita Darojatul Rofiah menyampaikan hasil RAKERNAS di Jombang yang salah satunya adalah ”peraturan dari pusat kini sudah melegalkan pengadaan lakmud di tingkat Komisariat Perguruan Tinggi”.  Sehingga langkah awal dari PKPT Universitas Negeri Malang ini sudah sangat baik. Selain Rekanita Ovi sapaan akrabnya, lakmud 1.0 di UM juga dihadiri oleh Rekan Taufiqur Roziqin (Direktur LKPT IPNU) yang juga menyampaikan beberapa hal mengenai 3 tugas besar dari PKPT, diantaranya :

(1) Menjadi PIC (Person In Charge)  mahasiswa yakni, menjadi penanggung jawab dalam lingkungan Universitas. Dalam hal ini,  PKPT harus bisa mengawal kebijakan kampus yang berkaitan keagamaan,  aqidah,  dan budaya;

(2) Menjadi Pionir IPNU IPPNU, diakui atau tidak akui,  bahwasannya anggota PKPT lebih berpendidikan dikarenakan anggotanya seorang mahasiswa. Ide-ide kreatif dan inovatif harus dituangkan, kemudian disalurkan atau “diusulkan” ke PR,  PAC,  atau bahkan PC; dan

(3) Menjadi Sekoci NU, ibarat kapal tempurnya adalah NU, dan NU sendiri memiliki banyak kapal-kapal besar, seperti ansor dan fatayat. Kemudian, PKPT diibaratkan sebagai sekoci yang jumlahnya banyak diharapkan bisa lebih gesit dan bisa kemana-mana,  sehingga sekoci ini bisa menemukan hal-hal yang baru. 

Dok: Moderator bersama Pemateri (Ustadz Alif Ikhsan)

“Ini pertama kalinya PKPT IPNU IPPNU Kampus Pendidikan “Khittah wa Khidmah” mengadakan lakmud, jadi kesannya dari panitia sendiri sebenarnya kurang yakin akan berjalan lancar”. Ujar Rekan Bahrom selaku ketua pelaksana. Namun kekhawatiran tersebut seiring berjalannya waktu mulai terkikis karena ini semua amanah dan kesadaran panitia harus ditumbuhkan. Semangat dari pengurus yang lain, majelis alumni yang siap membantu menjadi cambuk untuk tetap melaksanakan lakmud 1.0. “Alhamdulillah berjalan lancar, hal-hal baik yang tidak direncanakan ternyata malah terjadi”, tambahnya pada tim redaksi.

Ada banyak tema diskusi yang disampaikan saat lakmud, dari ke-Aswajaan, ke-NU-an, ke-IPNU (Taufiqur Roziqin) dan IPPNU, kemudian juga menyingung tentang kepemimpinan, manajemen organisasi, analisis gender (Ibu Dr. Hj. Muslihati, S.Ag.,M.Pd/Kajur BK FIP), lobbying-networking (Ustadz Alif Ikhsan), studi problematika pendidikan di Indonesia (Ustadz Abdul Adzim Irsyad) dan yang terakhir scientific problem solving.

“Meskipun selama kurang lebih tiga hari disuguhi materi, saya pribadi merasa senang dapat berpartisipasi menjadi peserta, disamping pemateri-pemateri yang luar biasa, rasa kekeluargaan dan solidaritas sangat terasa” ungkap salah peserta di akhir kegiatan. Kekompakan  dan koordinasi dari panitia internal harus ditingkatkan untuk perbaikan kegiatan lakmud selanjutnya, tambahnya. (SLO/FAM)

419 thoughts on “LAKMUD 1.0 PKPT IPNU IPPNU Universitas Negeri Malang, Bertaburan Pemateri TOP Berkualitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *