Milad ke-3 Majelis Syubbanul Wathon, Ustadz Akhmad Muwafik: Jangan Tidur Saat Pembacaan Sholawat

Memperingati Milad ke-3, Majelis Ta’lim wal Maulid Diba’ Syubbanul Wathon PKPT IPNU IPPNU Kampus Pendidikan “Khittah wa Khidmah” mengadakan tasyakuran sekaligus penutupan Majelis di periode 4 ini dengan mengusung tema “Semarak Milad Syubbanul Wathon yang ke-3, Mengharapkan Ridho Ilahi serta Syafaat Nabi” di Kantor MWCNU Klojen, Kota Malang, Sabtu (30/11) mulai pukul 06.00 – 17.00 WIB.

Dikatakan oleh Rekan Sande selaku ketua panitia, bahwa Milad Syubbanul Wathon tahun ini dimulai pukul 06.00 dengan rangkaian acara mulai dari khataman, pembacaan tahlil, penampilan pensi islami seperti tilawah, penampilan dari Syubbanul Wathon (SW) 18 Putra, SW 18 Putra-Putri, SW 19 Putra-Putri, SW Habsyi, SW Gambus, dan penayangan slide kegiatan. Setelah itu masuk ke acara inti yaitu pembukaan, pembacaan ayat suci Al-quran, pembacaan maulid diba’, sambutan-sambutan dan yang paling ditunggu-tunggu adalah mauidhoh hasanah yang akan disampaikan oleh Ustadz Akhmad Muwafik Saleh, S.Sos., M.Si, dimana beliau merupakan Dosen Ilmu Komunikasi, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP UB, Trainer Nasional, Penulis Buku serta Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa At Tanwir Malang.

Dok: Foto Bersama dengan Ustadz Akhmad Muwafik.

“Peringatan Milad Syubbanul Wathon ini merupakan bentuk rasa syukur kami karena sudah bertahan selama 3 tahun, Alhamdulillah acaranya berjalan lancar dan meriah. Semoga dengan perayaan milad ke 3 Syubbanul Wathon semakin jaya dan semakin baik lagi. Ujar Rekan Sande kepada tim redaksi.

Bersamaan dengan hal tersebut Rekan Afif Fauzan juga mengungkapkan bahwa acara Milad tahun ini memang sengaja dikolaborasikan dengan penutupan majelis yang berarti rutinan PKPT IPNU IPPNU Kampus Pendidikan Khittah wa Khidmah diliburkan untuk sementara waktu karena sudah memasuki pekan UAS  kampus dan liburan akhir semester.

Dok: Ustadz Akhmad Muwafik saat menyampaikan mauidhoh hananah.

Menyinggung sedikit mengenai tema milad dan penutupan majelis tahun ini yaitu Mengharap Ridho Ilahi serta Syafaat Nabi maka Ustadz Akhmad Muwafik dalam mauidhoh hasanahnya beliau menyampaikan bahwa “ Tipe manusia itu dibagi menjadi tiga. Pertama, yaitu tipe orang yang jejek, anteng di jalan Allah, tipe seperti ini adalah orang-orang yang selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi perkara yang dilarang Allah, termasuk perkara sunnah selalu dikerjakaan, sampai-sampai makruh dan mubah juga dijauhi, balasan bagi orang yang demikian adalah masuk surga tanpa dihisab. Kemudian tipe yang kedua adalah orang-orang pertengahan yaitu menjalankan perintah Allah, menjahui larangan-Nya, namun  untuk sunnahnya jarang dilakukan balasan orang semacam ini adalah masuk surga karena rahmat Allah, dan yang terakhir adalah tipe ketiga ya seperti kita ini, perintah Allah dikerjakan tetapi larangannya juga dikerjakan. Ibaratnya STMJ (Shalat Terus Maksiat Jalan), dan balasannya yaitu masuk surga berkat syafaat Nabi Muhammad SAW, oleh karenanya perbanyaklah membaca sholawat”.

Beliau juga menegaskan bahwa umat yang paling istimewa adalah umat Nabi Muhammad SAW.  Apabila ada yang menyebut nama Nabi Muhammad, segeralah untuk menjawab seruan itu. Jangan sekali-kali tidur saat pembacaan sholawat, dengan hal demikian sudah menjadi bukti ungkapan terima kasih kepada Kanjeng Nabi.

Dok: Pemotongan tumpeng oleh ketua IPNU bersama Ustadz Akhmad Muwafik.

“Semoga Majelis ini semakin berkah, yang mau ngurusi majelis, yang mau aktif,  yang rajin hadir rutinan insya allah akan dikumpulkan di surga bersama Rasulullah SAW” pesan Ustadz Akhmad Muwafik kepada seluruh Rekan dan Rekanita yang hadir. Kemudian, acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan ramah tamah. RED (Suciatilia).

521 thoughts on “Milad ke-3 Majelis Syubbanul Wathon, Ustadz Akhmad Muwafik: Jangan Tidur Saat Pembacaan Sholawat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *